Jumat, 02 Juli 2010

Bikin Butterbeer ala Harry Potter


Anda yang menggemari serial Harry Potter pasti mengenal butterbeer. Minuman yang dapat disajikan dingin maupun panas ini dapat ditemukan di Leaky Cauldron di Diagon Alley, Three Broomsticks di Hogsmeade, atau di tempat mana pun di dunia penyihir.

Begitu mengesankannya minuman karangan J.K. Rowling ini, sampai-sampai majalah kuliner terkenal Bon Appetìt pun penasaran dengan resepnya. Rowling sendiri mengaku tidak yakin bagaimana cara membuatnya (namanya juga mengarang bebas!). Tetapi ia membayangkan minuman tersebut mirip dengan butterscotch (semacam sirup atau karamel untuk topping es krim). Butterscotch sendiri dibuat dari campuran brown sugar dan mentega, juga sirup jagung, vanila, cream, dan garam.

Tidak sulit membuat butterbeer sendiri. Butterscotch dituang di dasar gelas, kemudian limun jahe atau air soda (untuk mengganti gula, gunakan air soda) dituangkan hingga memenuhi gelas. Dapat juga ditambahkan es krim, susu, atau cream untuk menghasilkan buih yang lebih creamy dan tahan lama. Agar minuman ini terasa lebih kuat, tambahkan rum atau Scotch bersama dengan es krim sebelum limun jahe atau air soda memenuhi gelas.

Nah, sebelum mulai membuat butterbeer, terlebih dulu Anda harus membuat saus butterscotch. Pertama, aduk campuran butterscotch dan es krim lebih dulu agar bisa dinikmati dengan sedotan. Lanjutkan dengan menuangkan busa di atasnya.

Bahan untuk saus butterscotch:
1/4 cangkir mentega
1/2 cangkir dark brown sugar
1/2 cangkir whipping cream
1/4 sdt garam
1 sdt vanila

Cara membuat saus butterscotch:
Aduk semua bahan, kecuali vanila, di atas api kecil. Didihkan selama 5 menit. Angkat dan tambahkan vanila. Dinginkan sebelum digunakan untuk membuat butterbeer.

Bahan untuk butterbeer:
Es krim vanila, yogurt beku, susu, atau cream.
Butterscotch atau saus karamel
Ginger ale (minuman soda rasa jahe, atau limun jahe)

Cara membuat butterbeer:
* Ambil satu scoop es krim vanila, masukkan ke dalam gelas tinggi, dan campurkan dengan satu atau dua sendok makan butterscotch.
* Aduk hingga es krim tercampur dengan saus butterscotch.
* Tambahkan limun jahe atau air soda hingga memenuhi gelas.
* Sajikan.


(pas)


Amankah Deodoran Vagina?



Merasa terganggu dengan bau Miss V tak sedap? Banyak jalan untuk mengusir bau itu, tapi Anda perlu tahu cara mana yang paling aman untuk Miss V.

Selain rambut, Miss V juga mahkota wanita yang patut dijaga kebersihan, kesehatan, dan aromanya. Kalau seorang wanita tak memberi perhatian khusus untuk bagian intimnya ini, dampak lain akan ia rasakan, misal bau miss V tak sedap, penyakit sariawan vagina, rasa tidak percaya diri, dan sebagainya.

Salah satu pengusir bau Miss V tak sedap adalah deodoran vagina. Deodoran vagina adalah produk kebersihan yang dirancang untuk mengusir bau vagina. Produk ini biasanya ditemukan dalam bentuk semprotan, supositoria (lewat anus atau rektum), dan obat gosok atau seka. Begitu banyak produk deodoran vagina, pertanyaannya, amankah penggunaan produk ini untuk daerah kemaluan?

Dilansir Alternet, penggunaan deodoran vagina sebenarnya tidak disarankan. Produk ini tidak aman untuk digunakan di Miss V karena dapat menyebabkan infeksi. Juga bukan ide yang baik untuk menggunakan semua jenis douche atau semprotan pada Miss V.

Menjaga kebersihan & kesehatan

Secara alami, Miss V memiliki bau dan itu normal. Sebab, Miss V memiliki PH (tingkat keasaman) yang diatur oleh tubuh Anda untuk mencegah infeksi. Tak heran jika bau Miss V setiap wanita berbeda.

Pada usia pubertas, kebanyakan gadis remaja mengeluarkan noda kuning atau putih dari Miss V. Noda yang biasanya terlihat pada celana dalam ini adalah cairan normal yang membantu membersihkan dan melembapkan Miss V.

Miss V bisa dikatakan benar-benar sehat dan normal cairan tersebut berwarna putih dan tidak berbau. Debitnya akan meningkat dan menjadi sedikit "berserabut" (seperti putih telur) selama masa pertengahan siklus menstruasi.

Jika Anda merasa debit cairan tersebut cukup banyak, Anda bisa memakai panty liners atau panty shields. Selain itu, untuk menjaga debit cairan Miss V tetap normal, pastikan Anda mengenakan pakaian dalam berbahan katun (yang mampu menyerap kelembapan dan memungkinkan udara bersirkulasi).

Tip lainnya, mandi rutin setidaknya dua kali sehari atau sesuai kebutuhan, dan pastikan Anda membilas bersih area Miss V setelah buang air serta jangan lupa mengeringkannya, bisa dengan tisu. Jangan gunakan deodorized panty liners atau deodorant spray di daerah Miss V Anda!

Kalau debit cairan Miss V bertambah banyak, ini mungkin merupakan tanda bahwa Anda mengalami infeksi vagina. Segera tangani ke dokter kandungan (SpOG) atau dokter kulit dan kelamin (SpKK)